Kenali Fungsi Busi Pada Kendaraan Anda


Kabarmaspul.com- Spark plug alias busi merupakan salah satu bagian penting untuk memberi percikan dan pengapian pada ruang bakar atau silinder. Busi merupakan satu dari tiga bagian untuk adanya pembakaran dalam ruang bakar selain udara dan bahan bakar. Ketiganya yang menjadikan mesin motor menyala. Satu hal yang seringkali membuat pengendara motor jengkel dengan kondisi busi yang menghitam. Sebab hal itu bisa menyebabkan tarikan kendaraan yang kurang bertenaga, bensin menjadi boros dan motor cepat mati.

Workshop Koordinator Astra Motor Makassar, Iswandi, mengatakan, busi menjadi hitam disebabkan karena bahan bakar yang tidak normal. Dia memberikan istilah dalam bahan bakar, bahwa  ada yang dimaksud campuran kaya dan campuran miskin. Kalau campuran kaya, jumlah perbandingan bahan bakarnya lebih banyak daripada jumlah udaranya.

Kondisi tersebut terjadi akan berpotensi menyebabkan busi menghitam. Perbandingan yang benar antara bahan bakar dan jumlah udara, kata Iswandi adalah  15:1. “Terjadi busi hitam karena perbandingannya di bawah 15:1. Bensinnya banyak sementara udaranya kecil, jadi businya menjadi hitam. Kalau motor bebek yang pakai karburator, biasanya penyebab menghitamnya busi karena karburatornya yang bermasalah,” ujarnya kepada sulselsatu.com, di bengkel Astra Motor Makassar, Selasa (16/5/17).

Lanjutnya, busi berfungsi sebagai pembakar dan pemercik bunga api. Ketika businya dalam kondisi hitam, coklat atau basah bukan karena businya,  tapi karena faktor lain. Kalau busi hitam disebabkan bahan bakarnya lebih banyak dari jumlah udara. Saat ditanyai bagaimana merawat busi yang menghitam, Iswandi menekankan untuk tidak menggosok busi, karena itu menyebabkan busi tumpul. Padahal busi itu adalah penghantar listrik pada motor. Jika tumpul maka sukar menghantarkan listrik, karena efektifitas bunga apinya menjadi kecil. “Solusi membersihkan busi yang hitam ada alat dan cairannya. Coba saja busi Anda itu digosok, awalnya apinya biru,

untuk menangani busi yang bermasalah, mesti dilihat kondisinya dulu. Iswandi menegaskan bahwa, busi sebenarnya tidak ada matinya. Cuma nilai ekonomis pemakaiannya itu berkurang jika sudah sangat lama. Kalau usianya sudah lama dan tidak runcing lagi, apinya tetap ada tapi tidak besar. Jadi untuk membakar bahan bakar dan udara di ruang bakar itu tidak maksimal. Maka diminta agar setiap 8000 km busi mesti diganti. 

“Jadi busi tidak pernah mati, tapi diperkenankan untuk diganti setiap 8000 km, karena kondisi busi di usia itu sudah tidak ekonomis lagi. Apakah itu motor bebek, matic atau sport, itu diganti setiap 8000 km,”katanya.(Fitri)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar