Kunjungi Makassar, Wakil Ketua DPR RI Ini Bicara Gonjang-Ganjing Politik


Kabarmaspul.com- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bertemu dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel, menjelang Salat Jumat tadi. Seusai pertemuan tertutup ini, Fahri mengungkapkan kesannya terhadap SYL, juga tentang gonjang-ganjing politik Jakarta. Apa kata Fahri?
“Pak SYL itu bukan orang buat saya. Saya menemui beliau tidak ada agenda khusus, seperti adiklah menemui kakaknya,” ucap Fahri.
Fahri sendiri merasa bukan orang asing di Sulsel.
“Darah Sulawesi saya kental. Orang tua saya Mandar. Jadi saya dan Pak SYL tak ada sekatlah, kami sama-sama orang sini dan saya tahun ideologi beliau,”kata Fahri.
Meski jarang bersua, lanjut Fahri, ia banyak menjalin interaksi dengan SYL. Di mata politisi PKS ini, SYL adalah contoh negarawan sejati. Semangat leadershipnya kuat dan terbukti mampu membawa Sulsel menjadi daerah terkemuka di Tanah Air.
Selain mengungkapkan kesan pada SYL, Fahri juga bicara gamblang soal politik Jakarta yang masih saja gaduh. Ia mengkritisi banyak elite yang bicara soal kebinekaan, yang seolah-olah orang lain tidak paham bagaimana merawat kebinekaan itu.
“Seolah-olah hanya mereka yang tahu soal kebinekaan. Sudahlah, negeri ini sudah gaduh bukan main. Politik Jakarta bikin satu negeri jadi ribut. Ya sudah kan sudah selesai,”sebutnya.
Fahri mengatakan, ia berbicara dengan SYL soal Indonesia di masa depan, dan orang-orang yang ada di luar Jakarta. Kata dia, Indonesia ini representasi ribuan suku. Bukan cuma milik orang Jakarta.
Artinya, kata dia, memandang Indonesia ini dan politiknya, tidak bisa sekadar bercermin pada Jakarta yang kemarin gaduh. Indonesia ini komprehensif dan menyangkut hajat hidup 200 juta lebih jiwa.
“Masa gaduhnya Jakarta harus menyeret-nyeret orang luar Jakarta. Ini Indonesia. Sulsel saja contohnya aman-aman kok. Pak SYL saya tahu beliau selalu ingatkan jangan mau ikut-ikutan ribut-ributnya Jakarta,” kata Fahri.
Karena itu ia mengingatkan agar Sulsel dan Indonesia tetap dalam keberagaman yang terjaga. Khusus kepada warga Jakarta, aktivis era 90-an ini meminta agar semua diakhiri.
“Sudahkan kemarin sudah lewat. Sudah selesai kok. Hukum sudah tegak, politik berlanjut dan mari hidup secara wajar lagi. Elite yang masih gaduh, jangan lagi tebar provokasi. Kasihan publik, kasihan negara ini,”jelas Fahri.(Zul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar