Membangun Sistem Ekonomi Butuh Waktu 100 Tahun


Kabarmaspul.com- Seminar nasional Himpunan Mahasiswa Jurusan (HM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar, di Aula Kedokteran Unismuh, Kamis (4/5/2017) dibuka Rektor Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM. Rektor didampingi Dekan FEB Unismuh, Ismail Rasulong, SE, MM.
Ada tiga yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut, yakni Amir Bakriadi, S.Sos, MM, Syamsuri Samsuddin, SH,MBA, MSCBA (Direktur Samudra Indonesia) dan Dr HA Yusran Paris, SE, MM (Komisi II DPRD Sulsel).
Rektor Dr Abdul Rahman Rahim, SE, MM, kepada wartawan, kemarin, mengatakan, sekarang ini dua sistem ekonomi yang kita kenal, yakni sistem ekonomi sosialis dan kapitalis. Keduanya, telah menyatakan tidak sanggup lagi mengurusi ekonomi dunia. Ini ditandai dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dunia dari tahun ketahun bukannya tambah meningkat, tetapi justru terus menurun.
Kesenjangan antara orang bermodal dengan orang yang tidak bermodal atau dalam kata kasarnya orang kaya dengan orang miskin terjadi kesenjangan yang semakin melebar. Sehingga sistem ekonomi dunia dewasa ini sedang mencari sistem ekonomi lain yang dapat mengatasinya. Yakni adanya sebuah sistem ekonomi yang dapat diterima oleh masyarakat dunia.
Dan sistem ekonomi Islam yang hadir ditengah-tengah masyarakat saat ini termasuk yang ada di Kampus Unismuh Makassar ini telah dianggap menjadi sebuah solusi. Tetapi membangun sebuah sistem ekonomi yang bisa diterima masyarakat butuh waktu panjang.
“Membangun sebuah sistem ekonomi memang butuh waktu yang lama. Sistem ekonomi kapitalis dulu itudibangun dengan waktu yang lama, kira-kira 100 tahun atau satu abad baru bisa diterima oleh masyarakat dunia,”ujar rektor.
Makanya, karena sistem ekonomi syariah ini baru dibangun dalam hitungan 20 tahun, sehingga kira-kira sistem ekonomi syariah ini masih membutuhkan waktu kurang lebih 80 tahun lagi, untuk bisa mewujudkan sebuah sistem ekonomi yang bisa diterima oleh masyarakat dunia.
Dikatakan, ekonomi Islam saat ini sudah mulai dicanangkan di seluruh perguruan tinggi, termasuk Unismuh Makassar, sebagai lembaga ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
“Mudah-mudahan di Unismuh Makassar ini akan lahir ekomoni-ekonomi muslim yg baru yang bisa menggerakkan ekonomi yang mampu mensejahterakan masyarakat. Baik lokal, regional, nasional maupun internasional,”harap rektor.
Dibagian lain, Yusran Paris juga berharap pengembangan bank Islam di Kampus terus berkembang, termasuk di Unismuh Makassar ini. Dikatakan membanguna sebuah lembaga perbankan, selain membutuhkan sumber daya manusia juga sumber daya modal.
“Keduanya harus bisa saling melengkapi. Dan sekarang ini kalau melihat data posisi Bank Syariah ini masih sangat kecil sekitar 3,8 persen dari bank-bank lainnya,”ujar anggota DPRD Sulsel dari PAN.(Zul)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar