Pendukung Ahok Diminta Hentikan Aksi Bakar Lilin


Kabarmaspul.com- Korps Telaga Nipa dan Geram Keadilan menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kota Makassar beberapa waktu lalu merupakan salah satu bentuk teror.
Koordinator Geram Keadilan, Sultani mengatakan, aksi itu terindikasi sebagai bentuk provokasi terhadap penegak hukum yang mengadili perkara pidana Ahok pada kasus dugaan penistaan agama.

“Aksi itu ibaratnya merampas kebebasan hakim yang dijamin oleh Undang-Undang pokok kekuasaan kehakiman,” ujarnya di Warkop Sija, Senin (15/5/2017).

Menurut Sultani, setiap warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum sesuai dalam Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang 1945. Sehingga, semuanya harus menjunjung tinggi keputusan hukum tanpa pengecualian.

“Artinya dalam negara hukum tidak boleh sama-sekali ada pihak yang diistimewakan dalam proses hukum. Kalau ada yang diistimewakan, maka dengan sendirinya terjadi diskriminasi,” ungkapnya.

Sultani menambahkan, dalam proses hukum pidana telah menjamin bagi mereka yang tidak menerima keputusan hakim, disediakan upaya hukum banding, kasasi dan hukum luar biasa peninjauan kembali.

Untuk itu, Pihaknya meminta pendukung Ahok agar menghentikan aksi unjuk rasa yang bisa membuat situasi tidak kondusif. Sebab, lanjut Sultani, kelompok tertentu yang tidak sepaham dengan gerakan pendukung Ahok akan melakukan aksi serupa, sehingga sangat memungkinkan terjadinya konflik horisontal.

“Kami mengharapkan semua pihak untuk menghormati dan mentaati segala proses hukum yang sedang berlangsung,”jelasnya.(Wan)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar