Apa Deal Jokowi-SBY di Balik Dukungan PD Terhadap UU Ormas?


Jakarta- Sikap Partai Demokrat (PD) yang memilih seirama dengan pemerintah dalam pembahasan Perppu 2/2017--kini jadi UU Ormas--menimbulkan banyak spekulasi.

Ada yang menyebut partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini akan masuk Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Wapres JK. Apa deal antara SBY-Jokowi di balik dukungan PD terhadap UU Ormas?

"Nggak ada urusannya dukung mendukungnya Perppu Ormas ini dengan tawaran itu (masuk kabinet). Bagi kami, UU Ormas sangat serius dalam berbangsa dan bernegara," ujar Sekjen PD Hinca Pandjaitan di DPP PD, Jl Proklamasi 41, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017) dini hari.

Hinca menyebut partainya masih akan berdiri sebagai penyeimbang antara pemerintah dan oposisi. Soal peluang Demokrat masuk kabinet karena ditawari pemerintah, Hinca punya analogi sendiri.

"Jatuh cinta kepada seorang wanita itu hak, tapi bukan kewajiban wanita itu membalas jatuh cintanya," sebut Hinca. Dalam analogi ini, Demokrat diibaratkan wanita, pemerintah merupakan pihak yang kasmaran.

Usai Perppu 2/2017 disahkan menjadi UU Ormas, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Presiden Joko Widodo pada Jumat (27/10/2017). Pertemuan yang membahas revisi UU Ormas, digagas oleh sulung SBY, yakni Agus Harimurti Yudhoyono.

Rumor AHY diduetkan dengan Jokowi untuk Pilpres pun menyeruak lantaran komunikasi yang semakin intens antara AHY sendiri maupun Cikeas dengan Istana. Soal deal yang satu ini, Hinca memberi jawaban namun sangat diplomatis. Jawaban itu lagi-lagi disertai analogi khasnya.

"Kan nanti penetapan calon presiden untuk diusung kan Agustus 2018, masih jauh. Biarkan kami bekerja politik dulu. Jadi begini kira-kira, belum selesai pertandingan, kau sudah tanyakan hasilnya," sebut Hinca.

Hinca sendiri tak menepis soal kemungkinan duet Jokowi-AHY untuk 2019. Selain itu, Hinca menyebut akan ada pertemuan lanjutan antara AHY dan Jokowi.

"Kalau berbincang kan kemarin juga bertemu juga. Pak SBY juga ketemu. Mungkin dalam waktu singkat ini barangkali ketemu lagi. Kan perjumpaan kan bisa aja. Apa yang mereka perbincangkan biarlah mereka yang tahu," jelas Hinca.

Sumber : Humas DPP Demokrat
Editor : Wawan



BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar