Dihari Habitat Dunia 2017, Program Lorong Garden Makassar Mendapatkan Apresiasi Nasional


Jakarta- Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) menetapkan setiap hari senin pertama di bulan Oktober sebagai Hari Habitat Dunia (HHD). Untuk Hari Habitat Dunia 2017 Indonesia mengangkat tema “Menuju Terwujudnya Kota Cerdas di Indonesia”.

Peringatan Hari Habitat Dunia 2017 untuk Indonesia di gelar di Gedung Kementrian PU – PR. Sebanyak 30 Kepala Daerah dan Perguruan Tinggi se-Indonesia hadir dalam peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 2017 di rangkaikan dengan pameran Konsep penataan Kawasan permukiman perkotaan yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Habitat Dunia 2017 yang diselenggarakan di gedung Kementrian PU – PR turut hadir Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Ir. Fathur Rahim dan Kepala Seksi Data dan Inventarisasi Prasana Sarana dan Utilitas, Faisal Rahman ST, MT.

Untuk Kota Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) ikut memamerkan konsep penataan Lorong Garden (Longgar) yang merupakan inovasi oleh Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto dengan konsep Lorong Garden dengan mengkoneksikan Badan Usaha Lorong (Bulo) yang berbasis tekhnologi.

Menurut Prof. Dr. Budu Pembantu Rektor IV Unhas, yang hadir diacara pembukaan peringatan Hari Habitat III yang dirangkaikan dengan pameran konsep penataan kawasan perkotaan yang dilaksanakan digedung kementrian PU PR , konsep lorong garden kota Makassar, Prof. Budu mengatakan konsep Lorong Garden Kota Makassar mendapat apresiasi secara Nasional.

“Konsep Lorong Garden Kota Makassar mendapat apresiasi secara Nasional. Inovasi seperti Longgar Makassar bukan hanya sebatas menata lorong atau kawasannya saja, tetapi konsep Longgar yang diterapkan oleh Walikota Makassar, Danny Pomanto juga melahirkan perputaran ekonomi dan juga melahirkan partisipasi masyarakatnya, ” kata prof.Dr. Budu, di gedung Kementrian PU – PR , Jakarta (6/11/17).

Lanjut Prof. Budu, Konsep Longgar Makassar yang kini terus di genjot selain penataan kawasan ataupun penghijauan, Walikota Makassar, Danny Pomanto juga menciptakan pemberdayaan warga didalam lorong melalu Badan Usaha Lorong (Bulo) dan Bank Sampah.

“Jadi bukan hanya penataan kawasan atau penghijaun tetapi ada perputaran ekonomi yang dilahirkan didalam lorong tersebut, misalnya penghijauan dengan tanaman kembang yang bernilai ekonomis juga tanaman cabai. Kemudian hasilnya juga dikelola oleh para pengurus Bulo dimana didalamnya warga lorong itu sendiri.Kemudian nilai ekonomi juga disektor persampahan, melalui Bank Sampah yang juga dikelola oleh para RT/RW bersama warganya, ” terang Prof.Dr. Budu.

Olehnya Pemkot Makassar dalam menyeimbangkan ekosistim lingkungan terhadap masyarakatnya, melalui program Longgar Walikota Makassar memberikan kepercayaan besar dalam mengelola lingkungannya dan memberikan ruang dalam berinovasi menata lingkungan sebagai upaya menciptakan kehidupan berkelanjutan secara turun temurun. Namun tetap mendapat kontrol pemerintah melalui 9 indikator yang menjadi tugas para Ketua RT/RW masing – masing dengan dilengkapi dengan fasilitas tekhnologi berupa android RT/RW, tambahnya.

Sementara itu Dirjend Cipta Karya Kementrian PU – PR , Sri Hartoyo melihat kondisi tersebut, menuntut tata kelola pemerintahan yang baik dan adapatif untuk mengelola tantangan, peluang, dan dampak yang di timbulkan, terutama dalam hal membangun kota sebagai tempat hunian bagi penduduknya agar lebuh nyaman, aman, layak huni dan berkelanjutan.

“Penataan kawasan perkotaan sesuai yang diharapkan, diperlukan komitmen pemerintah Daerah dan melibatkan peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya pada setiap tahapannya, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan dan pemeliharaan karena tanpa adanya kepedulian dan partisipasi masyarakat maka program ini tidak akan berjalan dengan optimal, ”ucap Sri Hartoyo.(*)

BAGIKAN:

jasa pembuatan website makassar